Showing posts with label Kisah. Show all posts
Showing posts with label Kisah. Show all posts

Sunday, September 2, 2018

IINDONESIA

SUBHANALLAH..

Benarkah nama negara kita INDONESIA diberi nama sesuai dgn akronim para WALI SONGO?

1. I   Ibrahim Malik (Sunan
        Gresik)
2. N  Nawai Macdhum (Sunan
         Bonang)
3. D  Dorojatun R Khosim
         (Sunan Drajat)
4. O  Oesman R Djafar Sodiq
         (Sunan Kudus)
5. N  Ngampel R Rahmat
         (Sunan Ampel)
6. E  Eka Syarif Hidayatullah
         (SunanGunungJati)
7. S   Syaid Umar (Sunan
          Muria)
8. I    Isyhaq Ainul Yaqin
         ( Sunan Giri)
9. A  Aburahman R Syahid
         (Sunan Kalijaga)

Jumlah huruf INDONESIA 9 sesuai dgn jumlah Wali/Alim Ulama dikala itu = WaliSongo atw 9 Wali.
laluuuuuu...

Pernahkah  Kita Menghitung Angka dari
Kata  "INDONESIA" ???

SUBHAANALLAH,
Akan di dapat Keajaiban  yang luar biasa,

Mari, Kita coba Hitung :
Abjad = Urutan Angka

I : 9
N : 14
D : 4
O : 15
N : 14
E : 5
S : 19
I : 9
A : 1

Dari Semua Angka, yang Muncul Hanya
Angka  "1-9-4-5",

Tdk ada angka 2,3,6,7,8

Tentu ini Bukan Kebetulan...
Ini adalah Kehendak dan Karunia dari ALLAH SUBHAANALLAHU WA TAÀLA.

Mari coba kita jumlahkan semua angka dari
Kata "INDONESIA", jumlahnya "90",

Dalam AL QURÀN,
Surat ke-90 adalah
Surat Al-Balad,
yang Artinya "NEGERI"

Tentu ini Bukan Suatu
Kebetulan ini semua Karunia yang Luar Biasa dari Allah Subhaanallaahu wa taàla.

Mungkin ini juga jawaban pada HADITS ROSULLULAH
yang Mengatakan : 
Bahwa akan ada Negeri di atas Awan Bernama
Samudra...
yang di-Kelilingi Air dan menghasilkan Banyak Ulama...

Ternyata Negeri itu adalah...
 INDONESIA- Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur

Mari kita jadikan INDONESIA menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat dan bermatabat

Saturday, March 10, 2018

10 PERMINTAAN IBLIS KEPADA ALLAH SWT


10 PERMINTAAN IBLIS KEPADA ALLAH

“Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?”

“10 macam”

“Apa saja?”

Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. 
Allah berfirman, “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji syaitan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan isterinya tanpa berlindung dengan Allah, maka syaitan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaitan.
Aku minta agar boleh ikut bersama dengan orang yang menaiki kenderaan bukan untuk tujuan yang halal.
Aku minta agar Allah menjadikan bilik mandi sebagai rumahku.
Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.
Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.
Allah berfirman, “Orang – orang boros adalah saudara – saudara syaitan. ” (QS Al-Isra : 27)

Wahai Rosululloh  , aku minta agar Allah membuatku boleh melihat manusia sementara mereka tidak boleh melihatku.

Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.
Allah menjawab, “Silakan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebahagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.
Iblis berkata : “Wahai Rosululloh  , aku tak boleh menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya boleh membisikan dan menggoda. Jika aku boleh menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun.”

Sebagaimana dirimu, kamu tidak boleh memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau boleh memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.Kau hanya boleh menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.
Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat : “Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT ” (QS Hud :118 – 119)
Juga membaca, ” Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata : ” Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong.”

Wallohu A’lam. Semoga bermanfaat.

Dialog Rosululloh Muhammad SAW dengan Iblis laknatullah

Dialog Rosululloh Muhammad  SAW dan Iblis 

Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rosululloh saw. Maka sambut Iblis: “Ya Rosululloh! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Alloh”.Maka jawab Nabi: “Hai Aduwulloh (seteru Alloh), Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sholat hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan ahli kitab yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.”“Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Alloh azza wajalla, cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Alloh. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendakmu datang menemuiku?”Taklimat Iblis: “Ya Rosululloh  Janganlah engkau marah. Karena engkau adalah Khotamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Alloh untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Rosululloh  Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya.”Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Alloh dan berkata: “Ya Rosululloh! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu.”Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum karena ini dapat menjadi peluang untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majelis dan menjadi perisai kepada seluruh umatku.Tahukah kau Rosululloh   , dusta berasal dari diriku?Akulah makhluk pertama yang berdusta.Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.Tahukah kau Rosululloh  ?Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah Bahwa  aku benar-benar menasihatinya.Sumpah dusta adalah kegemaranku.Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku.Kesaksian palsu kegembiraanku.Orang yang bersumpah untuk menceraikan isterinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya kerana satu kalimat, CERAI.Wahai Rosululloh  , umatmu ada yang suka lalai semasa solat. Setiap ia hendak berdiri untuk solat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan solat di luar waktu, maka solat itu dipukulkannya kemukanya.Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia solat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’,Dia pun menoleh. Pada masa itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ‘solatmu tidak sah’.Bukankah kamu tahu Rosululloh  , orang yang banyak menoleh dalam solatnya akan dipukul.Jika ia solat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Dia pun solat seperti ayam yang mematuk beras.Jika dia berhasil mengalahkanku dan dia solat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga dia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.Kamu tahu Bahwa  melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.Jika dia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga dia menguap dalam solat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaitan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.Dan diapun semakin taat padaku.Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan solat. Aku katakan padanya, ‘kamu tidak wajib solat, solat hanya wajib untuk orang yang berkemampuan dan sihat. Orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau solat.’Dia pun mati dalam kekafiran. Jika dia mati sambil meninggalkan solat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
Pertanyaan Nabi (1):
“Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?”
Jawab Iblis:

“Ya Rosululloh ! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini.”

Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan.Sambung Iblis: “Ya Khotamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Alloh.”“Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut i’tikad/niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku.”
Pertanyaan Nabi (2):

“Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Alloh?”

Jawab Iblis:

“Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram.”

“Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak (minuman yang memabukkan). Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.”“Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadah, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat.”
Pertanyaan Nabi (3):

“Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Alloh, Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?”

Jawab Iblis:

“Semuanya itu adalah anugerah daripada Alloh Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi (sampai langit ke tujuh). Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadah bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya.”

“Tiba-tiba datang firman Alloh SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Alloh menciptakan lelaki (Nabi Adam a.s.) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Alloh murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Alloh menjadikan Adam Raja di syurga dan dikaruniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.”“Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya dikeluarkan dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Alloh (di Padang Arofah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat.”“Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadah serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan carut-marut.”“Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak dibenarkan oleh Alloh untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut.”
 Pertanyaan Nabi (4):
“Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?”

Jawab Iblis:
“Pertama sekali aku palingkan i’tikad/niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku”

Pertanyaan Nabi (5):

“Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Alloh, bagaimana keadaanmu?”

Jawab Iblis:

“Sebesar-besarnya kesusahanku. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya.”

“Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, terlupa bilangan roka’atnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, senantiasa hendak cepat selesai sholatnya, hilang khusyuknya – matanya senantiasa menjeling ke kiri ke kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sholat itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat selesai sholatnya, itu semua membawa kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman.”
Pertanyaan Nabi (6):

“Jika umatku membaca Al-Quran karena Alloh, bagaimana perasaanmu?”

Jawab Iblis:

“Jika mereka membaca Al-Quran karena Alloh maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya.”

Pertanyaan Nabi (7):

“Jika umatku mengerjakan haji karena Alloh, bagaimana perasaanmu?”

Jawab Iblis:

“Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya.”

Pertanyaan Nabi (8):

“Jika umatku berpuasa karena Alloh, bagaimana keadaanmu?”

Jawab Iblis:

“Ya Rosululloh! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya ‘Arsy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Alloh akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa.”

“Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah ‘Arsy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga.”“Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Alloh datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami.”“Setelah selesai umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa.”
Pertanyaan Nabi (9):

“Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?”

Jawab Iblis:

“Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar – besar seteruku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata: “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk.”

“(Sayyidina) Abu Bakar Ash-Shiddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zham. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Sayyidatina A’isyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu.”“(Sayyidina) ‘Umar bin Khaththab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syari’at Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan, “Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’.”“(Sayyidina) ‘Utsman bin ‘Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Qur an. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan, “Barang siapa menulis Bismillahirrohmanirrohim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat (tinta warna) merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala Utsman mati syahid.”“(Sayyidina) ‘Ali bin Abi Tholib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, ‘alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadah serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sembarang berhala. Bergelar ‘Ali Karomallahu Wajhahu’ – dimuliakan Alloh akan wajahnya dan juga ‘Harimau Alloh’ dan engkau sendiri berkata, Akulah negeri segala ilmu dan ‘Ali itu pintunya. Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya.”
Pertanyaan Nabi (10):

“Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?”

Jawab Iblis:

“Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Alloh serta meninggalkan larangan-Nya seperti kata Jibril a.s, “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat.”

“Yang kedua umat Tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridho dengan karunia Alloh. Berbuat amal soleh, tawakkal dan kebajikan.”“Yang ketiga umatmu seperti Fira’un; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka aku pun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadah, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadah.”“Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Alloh dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, bercakap besar (dusta/sombong) sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur.”
Pertanyaan Nabi (11):

“Siapa yang serupa dengan engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang meringankan syari’atmu dan membenci orang belajar agama Islam.”

Pertanyaan Nabi (12):

“Siapa yang mencahayakan muka engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji.”

Pertanyaan Nabi (13):

“Apakah rahasia engkau kepada umatku?”

Jawab Iblis:

“Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari.”

Pertanyaan Nabi (14):

“Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?”

Jawab Iblis:

“Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak, maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah merasa kenyang.”

Pertanyaan Nabi (15):

“Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?”

Jawab Iblis:

“Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Alloh, menangis, menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil ‘air wudhu’, maka padamlah marahnya.”

Pertanyaan Nabi (16):

“Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?”

Jawab Iblis:

“Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu.”

Pertanyaan Nabi (17):

“Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang tidur meniarap/telungkup (malas), orang yang matanya terbuka di waktu shubuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian juga pada waktu Dzhuhur, ‘ashar, maghrib dan ‘isya, aku beratkan hatinya untuk sholat.”

Pertanyaan Nabi (18):

“Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang banyak menyebut nama Alloh, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Qur an dan sholat tengah malam.”

Pertanyaan Nabi (19):

“Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang duduk di dalam masjid serta beri’tikaf di dalamnya”

Pertanyaan Nabi (20):

“Apa lagi yang memecahkan mata engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya, mendengar kata mereka, membantu makan, pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda, ‘Syurga itu di bawah telapak kaki ibu'”


Dialog Sayyidina Ali Bin Abi Thalib dengan Yahudi

Bismillahirrohmanirrohim
Dialog Sayyidina Ali Bin Abi Thalib dengan Yahudi
1. Perbandingan Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Adam AS

“Aku akan bertanya kepadamu, siapkanlah jawabannya!” Ujar orang Yahudi itu.

“Sampaikan pertanyaanmu.” Tegas Sayyidina Ali.

Yahudi berkata, “Lihatlah Adam AS, Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadanya. Apakah Allah SWT berbuat sama terhadap Muhammad?”

Sayyidina Ali menjawa, “Ya. Katika Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam AS bukan berarti mereka menyembah Adam AS, tetapi mereka mengakui keutamaan Adam AS dan karena kasih sayang Allah kepadanya. Namun, Muhammad SAW telah diberi kehormatan yang lebih dari itu. Allah SWT bershalawat atasnya di alam Jabarut dan juga seluruhnya. Bahka Allah menjadikan shalawat atasnya sebagai suatu ibadah bagi orang-orang mukmin. Itu adalah suatu keistimewaan Muhammad SAW, wahai orang Yahudi.” Jawab Sayyidina Ali.
Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Allah telah mengampuni Adam setelah melakukan kesalahan.” Kata si Yahudi. “Benar. Allah memberikan ampunan kepada Muhammad tanpa beliau melakukan kesalahan. Allah azza wa jalla telah berfirman, ‘Allah hendak mengampunimu dosa yang telah lalu dan yang akan datang.’ (QS. Al-Fath : 2).
“Sesungguhnya Muhammad SAW di hari kiamat kelak tidak akan membawa dosa dan tidak dituntut karena dosa.”
2. Perbandingan Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Idris AS
Yahudi berkata, “Lihatlah Idris AS, Allah telah mengangkatnya ke tempat yang tinggi dan memberinya makanan surga setelah dia wafat.”
Sayyidina Ali menjawab, “Ya, itu benar. Muhammad SAW telah diberi sesuatu yang lebih dari itu. Sesungguhnya Allah SWT telah berfirman, ‘Dan telah Kami angkat sebutanmu.’ (QS. Al Insyiroh : 4). Itu sudah cukup untuk dijadikan suatu kemuliaan. Kalau Idris AS diberi makanan surga setalah di wafat, maka Muhammad SAW diberi makanan surga ketika masih hidup di dunia. Pernah ketika beliau lapar, maka datang Malaikat Jibril menemuinya membawa hidangan dari surga. Hidangan itu ternyata bertahlil, bertasbih, bertahmid dan bertakbir di tangan beliau. Kemudia beliau memberikannya kepada ahlul baitnya, lalu hidangan itu juga bertahlil, bertasbih, bertahmid dan bertakbir. Malaikat Jibril berkata bahwa hidangan ini hadiah dari surga yang diberikan Allah SWT khusus kepada Muhammad SAW. Hidangan ini tidak layak kecuali kepada Nabi dan penggantinya.”
3. Perbandingan Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Nuh AS
“Lihatlah Nabi Nuh AS. Dia bersabar karena Allah SWT, dan dia memaafkan kaumnya disaat mereka mendustakannya.” Kata si Yahudi. “Ya, itu benar!” jawab Sayyidina Ali. “Demikianlah pula Nabi Muhammad SAW bersabar karena Allah telah memaafkan kaumnya pada saat mereka mendustakannya, mengusirnya dan melemparinya dengan kerikil. Abu Lahab pernah meletakkan di atas kepalanya kotoran, lalu Allah memerintahkan Malaikat Ja’abil (malaikat penjaga gunung) untuk menemui baginda Muhammad SAW. Malaikat Ja’abil mengatakan kepada baginda Muhammad SAW, ‘bahwa dirinya diperintahkan oleh Allah untuk mentaatimu. Apabila Engkau ingin agar aku menghimpit mereka dengan gunung, maka akan aku binasakan mereka.” Kata Malaikat Ja’abil.
“Aku diutus sebagai rahmat.” Kata beliau. Nabi bahkan mendoakan mereka, “Ya, Allah, berilah umatku ini hidayah karena mereka belum mengetahui.”
Orang Yahudi itu kembali berkata, “Nabi Nuh AS berdoa kepada Tuhannya, lalu turunlah hujan deras dari langit.”
“Ya itu benar. Nabi Nuh AS berdoa dalam keadaan marah sementara hujan deras diturunkan Allah SWT karena kasih sayang.” Jawab Sayyidina Ali. “Ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, datang penduduk Madinah pada hari Jum’at kepada beliau. ‘Wahai Rasulullah, sudah lama hujan tidak turun. Pohon-pohon menguning (kering), dedaunan berjatuhan,’ keluh mereka. Lalu beliau mengangkat kedua tangannya, sehingga tampak putih lipatan pangkal kedua tangannya. Langit yang semula bersih tidak berawan, tiba-tiba berubah menjadi gelap dan turunlah hujan yang deras, begitu derasnya sehingga seorang pemuda yang gagah perkasa hampir mati karena pulang ke rumahnya karena derasnya hujan yang mengakibatkan banjir. Kejadian itu berlangsung selama seminggu. Mereka kembali mendatangi beliau pada hari Jum’at berikutnya, “Ya Rasulullah, ruamh-rumah menjadi hancur, kendaraan dan transportasi terhenti.” Keluh mereka lagi. Beliau tersenyum sejenak, “Beginilah cepatnya manusia bosan.” Kata beliau. Lalu beliau berdoa, “Ya Allah, jadikanlah ini semua menguntungkan kami dan tidak membahayakan kami.” Maka hujanpun mulai reda di sekitar kota Madinah sedangkan di kota Mandinah sendiri hujan berhenti total. Itulah mukjizat Nabi Muhammad SAW.”
4. Perbandingan Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Hud AS
Yahudi berkata, “Lihatlah Nabi Hud AS, karena Allah SWT telah menolongnya dengan mengirimkan angin, apakah Allah berbuat yang serupa terhadap Nabi Muhammad?” Tanyanya.
“Ya itu benar!” Jawab Sayyidina Ali. “Nabi Muhammad SAW telah diberitahu sesuatu yang lebih dari itu. Allah juga telah menolonngnya dari musih-musuhnya dengan angin dalam perang Khandaq. Allah mengirimkan anging kencang sehingga kerikil-kerikil berterbangan, lebih dari itu Allah memperkuat pasukan beliau dengan delapan ribu pasukan malaikat. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah nikmat Allah atas kalian, ketika datang kepada kalian tentara-tentara, lalu Kami kirim kepada mereka angin dan pasukan yang tidak kalian lihat.” (QS Al- Ahzab : 9).

5. Perbandingan Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Saleh AS
Orang Yahudi berkata : “Lihatlah Nabi Saleh AS,” ujar Yahudi. “Allah telah menciptakannya untuknya seekor unta dari batu sebagai mukjizat
Sayyidina Ali menjawab, “Ya itu benar.” Kemudian beliau melanjutkan, “Nabi Muhammad SAW telah diberi sesuatu yang lebih dari itu. Kalau unta Nabi Saleh tidak berbicara dan tidak bersaksi atas kenabiannya, maka ketika kita bersama beliau dalam sebuah peperangan, tiba-tiba datang seekor unta mendekatinya bersuara dan berbicara, “Ya Rasulullah, sesungguhnya si fulan telah menggunakanku sampai aku besar dan kini dia hendak menyembelihku. Aku berlindung kepadamu darinya.” Kemudian beliau memanggil pemilik unta itu dan meminta unta darinya. Orang itu memberikannya kepada beliau.
Juga ketika kami bersama beliau, tiba-tiba datang seorang Arab dari pedalaman menuntun untanya. Orang pedalaman itu hendak dipotong tangannya karena ulah para saksi yang telah memberikan kesaksian palsu. Kemudian unta itu, berbicara dengan belia, “Ya Rasulullah, sesungguhnya orang ini tidak berdosa, para saksi yang ini memberikan kesaksian secara paksa. Sebenarnya pencuriku adalah seorang Yahudi.”
6. Perbandingan Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Ibrahim AS
Orang Yahudi berkata, “Lihatlah Nabi Ibrahim AS, karena dia telah mengetahui Allah SWT dengan perenungan (i’tibar). Pembuktiannya telah meliputi keimanan terhadap-Nya.”
Sayyidina Ali berkata, “Ya benar. Nabi Muhammad SAW telah diberi sesuatu yang lebih dari itu. Beliau telah mengenal Allah SWT dengan i’tibar sebagaimana Nabi Ibrahim AS. Namun, Nabi Ibrahim AS mengenal Allah dalam usia lima belas tahun sementara Rasulullah SAW mengenal-Nya semenjak usia tujuh tahun. Pernah sejumlah pedagang Nasrani datang. Mereka menurunkan dagangan mereka di antara bukit Shafa dan Marwa. Sebagian dari mereka melihat beliau, Muhammad SAW lalu mereka mengetahui sifat, karakter, dan berita akan kebangkitannya sebagai nabi dan mereka mengetahui beberapa mukjizatnya.
Para  pedagang Nasrani itu bertanya kepada Muhamamd SAW, “Wahai anak kecil, siapa namamu?” Beliau menjawab, “Muhammad.” Mereka bertanya, “Siapa nama ayahmu?” Beliau menjawab, “Abdullah.” Mereka bertanya, “Apa nama ini (mereka bertanya sambil menunjuk bumi)?” Beliau menjawab, “Bumi.”
Mereka bertanya, “Apakah nama itu (mereka bertanya sambil menunjuk langit)?” Beliau menjawab, “Langit.” Mereka bertanya, “Siapa yang menciptakan bumi dan langit?” Beliau menjawab “Allah.” Lalu Muhammad SAW menyentak mereka, “Apakah kalian meragukan tentang Allah SWT? Celaka kamu, wahai Yahudi.” Beliau telah mengetahui Allah dengan i’tibar pada saat kaumnya kufur, bersumpah dan menyembah patung-patung, tetapi beliau berkata, “Tiada Tuhan selain Allah.”
Orang Yahudi berkata kembali, “Nabi Ibrahim AS telah terhijabi dari mata Namrud sebanyak tiga kali.”
Sayyidina Ali berkata, “Ya benar. Namun Nabi Muhammad SAW telah terhijabi dari dari mata orang-orang yang hendak membunuhnya sebanyak lima kali. Sama tiga jumlahnya dan bahkan lebih dua.
Kelima hijab yang dimaksud adalah ketika Allah berfirman : ‘Dan Kami jadikan penutup dihadapan mereka, adalah hijab (penutup) yang pertama.’ Dan dari belakang mereka,’ adalah hijab kedua. ‘Lalu Kami tutup mata mereka sehingga tidak dapat melihat,’ (QS Yaasin : 9) adalah hijab ketiga. Hijab yang keempat adalah firman Allah SWT yang berbunyi,
“Dan apabila kamu membaca Al Qur’an niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup.” (QS al-Isra’ : 45)
Sedangkan hijab yang kelima adalah firman Allah SWT yang berbunyi,
“Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.” (QS Yassin,8)
Orang Yahudi berkata, “Sesungguhnya Nabi Ibrahim AS telah membungkan mulut orang kafir dengan kenabiannya.”
Sayyidina Ali berkata, “Benar! Pernah Nabi Muhammad SAW didatangi orang yang mendustakan hari kebangkitan setelah kematian, orang itu adalah Ubai bin Khalaf al-Jumahi, dia membawa tulang yang hancur lalu berkata, “Wahai Muhammad, siapakah yang akan menghidupkan kembali tulang belulang ini padahal sudah hancur?” Lalu Allah SWT menurunkan atas Muhammad sebuah ayat yang membungkam mulut orang itu,
“Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk” (QS Yassin : 79)
Akhirnya orang itupun pergi terbungkam. Orang Yahudi berkata, “Nabi Ibrahim telah menghancurkan patung-patung kaumnya dengan marah karena Allah SWT.”
Sayyidina Ali berkata, “Ya benar. Nabi Muhammad SAWT telah merobohkan tiga ratus enam puluh patung di dalam Ka’bah dan membersihkan semenanjung Arabia dari patung-patung serta mengalahkan orang-orang yang menyembah patung dengan pedang.”
Orang Yahudi berkata, “Nabi Ibrahim AS pernah dilemparkan oleh kaumnya ke dalam api, tetapi dia pasrah dan sabar, akhirnya Allah menjadikan api itu dingin dan menyelamatkannya. Apakah Allah berbuat yang sama terhadap Muhammad?”
Sayyidina Ali berkata, “Ya benar. Ketika Nabi Muhammad SAW pergi ke Khaibar, seseorang wanita Khaibar meracuninya, tetapi Allah menjadikan racun itu dingin (tidak bereaksi) di dalam perutnya sampai akhir wafatnya. Padahal racun itu, jika berada di dalam perut akan membakar seperti api yang membakar. Itu adalah kekuasaan-Nya, janganlah kamu mengingkarinya.”
7. Perbandingan Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Ya’qub AS
Orang Yahudi berkata, “Lihatlah Nabi Ya’qub AS. Dia mendapatkan nasab yang sangat besar. Allah menjadikan para Nabi dari tulang rusuknya. Marya putri Imran adalah termasuk keturunannya.”
Sayyidina Ali berkata, “Ya benar. Nabi Muhammad SAW mendapatkan nasab yang lebih besar. Allah menjadikan Fathimah, wanita penghulu alam raya, sebagai putrinya. Al-Hasan dan al-Hussein sebagai cucunya.
Orang Yahudi berkata, “Nabi Ya’qub bersabar karena perpisahan putranya sampai-sampai dia hampir sakit parah karena sedih.”
Sayyidina Ali berkata, “Ya itu benar. Nabi Ya’qub benar-benar sedih, namun kesedihannya berakhir dengan perjumpaan. Tetapi Nabi Muhammad ketika putranya yang tersayang, Ibrahim, diambil selagi beliau masih hidup. Allah mengujinya agar beliau mendapat simpanan yang besar nanti. Beliau bersabda, “Jiwa pilu dan hati terluka. Dan kamu sangat sedih atasmu wahai Ibrahim. Kami tidak mengatakan sesuatu yang memurkakan Allah.” Dalam semua itu, beliau mengutamakan kerelaan terhadap Allah SWT dan pasrah kepada-Nya dalam segala perbuatan.”
8. Perbandingan Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Yusuf AS
Orang Yahudi berkata, “Lihatlah Nabi Yusuf AS, dia menyimpan pahitnya perpisahan. Dia dijerumuskan ke dalam penjara demi menghindari kemaksiatan. Dia dilemparkan ke dalam lubang yang gelap sebatang kara.”
Sayyidina Ali berkata, “Ya itu benar. Nabi Muhammad SAW menyimpan pahitnya keterasingan. Beliu meninggalkan keluarga, anak dan harta untuk berhijrah dari Haramullah (Ka’bah, Mekah). Ketika Allah melihat kesedihan dan perasaan pilu, Allah memperlihatkan kepadanya sebuah mimpi yang menyamai mimpinya Nabi Yusuf AS dalam takwilnya dan Allah membuktikan kebenaran mimpinya kepada seluruh alam raya. Allah SWT berfirman :
“Sungguh, Allah akan Membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, jlka Allah Menghendaki dalam keadaan aman, dengan menggundul rambut kepala dan memendekkannya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah Mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, dan selain itu Dia telah Memberikan kemenangan yang dekat.” (QS al-Fath, 27).
Kalau Nabi Yusuf AS ditahan dalam penjara, maka Rasulullah SAW dipenjara di Syi’ib selama tiga tahun. Beliau diisolir dari sanak family dan kerabatnya. Allah SWT telah memperdaya mereka (orang-orang kafir Quraisy) dengan mengutus makhluk-Nya yang paling lemah (rayap), lalu rayap itu memakan surat perjanjian yang mereka tulis.
Kalau Nabi Yusuf AS dilemparkan ke dalam lubang gelap, maka Nabi Muhammad SAW telah menyembunyikan dirinya di dalam gua karena ulah musuhnya, sampai-sampai beliau berkata kepada sahabatnya, “Janganlah kamu sedih. Sesungguhnya Allah SWT bersama kita,” Allah memujinya dalam kitab-Nya.
Wallahu a’lam.
9. Perbandingan Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Musa AS.
Orang Yahdui berkata : “Lihatlah Nabi Musa bin Imran as. karena Allah telah memberinya Taurat yang memuat hukum-hukum.”
Sayyidina Ali berkata, “Ya itu benar. Nabi Muhammad SAW telah diberi sesuatu yang lebih dari itu. Nabi Muhammad SAW telah diberi surat al-Baqarah dan al-Maidah yang sama dengan Kitab Injil, beliau juga diberi surat Thawasin (surat-surat yang didahului dengan huruf Tha, Sin), surat Thaha, sebagian surat-surat al-Mufashshal (yang sedang sehingga sering dipisah-pisah) dan al-Hawamim (surat-surat yang dimulai dengan Ha, Mim) yang sama dengan kitab Taurat, beliau juga diberi sebagian surat-surat al-Mufashshal dan surat-surat yang didahului dengan Shabbaha yang sama dengan kitab Zabur; beliau diberi surat Bani Israil dan surat Bara’at yang sama dengan shuhuf Ibrahim AS dan shuhuf Musa AS, kemudian Allah SWT menambah beliau dengan as-Saba’ ath Thiwal (tujuh surat yang terpanjang) dan surah al-Fatihah.”
Orang Yahudi berkata, “Sesungguhnya Nabi Musa AS dipanggil untuk bermunajat kepada Allah di atas bukti Sina.”
Sayyidina Ali berkata, ‘Ya itu benar. Allah telah mewahyukan kepada Muhammad SAW di Sidratul Muntaha. Kedudukan beliau di langit terpuji dan di Sidharatul Munthaha beliau disebut-sebut.
Orang Yahudi berkata, “Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku.” (QS Thaha, 39). Allah telah memberikan kasih sayang kepada Musa AS.’
Sayyidina Ali menjawab,”itu benar, tetapi Allah telah memberikan kepada Nabi Muhammad SAW sesuatu yang lebih mulia dari itu. Selain Allah memberikan kasih sayang kepadanya, Dia juga telah menyertakan nama Muhammad dengan nama-Nya sehingga syahadat tidak sempurna kecuali dengan ungkapan, “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.” Ikrar itu disebut-sebut di atas mimbar, maka tidak dikumandangkan sebutan Allah kecuali dikumandangkan pula sebutan Muhammad SAW.’
Orang Yahudi berkata, ‘Nabi Musa AS telah diutus untuk menghadapi Fir’aun dan memperlihatkannya kepadanya tanda yang besar.”
Sayyidina Ali berkata : “Itu benar, Nabi Muhamamd SAW juga diutus untuk menghadapi beberapa Fir’aun, seperti Abu Jahal, Utbah bin Rabi’ah, Syaibah, Abi al0Bukhari, Nidhir bin Harits, Ubai bin Khalaf, dan diutus kepada lima orang yang dikenal dengan para pengolok, al-Walid bin al-Mughirah al-Makhzumi, al-‘Ash bin Wa’il al-Suhami, Aswad bin Abd Yaghuts az Zuhri, Aswad bin al-Muthalib dan al-Harits bin Thalathilah. Maka beliau memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda yang besar di alam raya ini dan di dalam diri mereka sendiri sehingga jelas bagi mereka bahwa Dia itu benar.”
Orang Yahudi berkata, “sesungguhnya Musa bin Imran telah diberi tongkat yang berubah menjadi seekor ular.”
Sayiddina Ali menjawab, ‘Ya itu benar, Nabi Muhammad SAW telah diberi sesuati yang lebih hebat daripada itu. Pernah ada seseorang yang menuntut hutang kepada Abu Jahal bin Hisyam seharga seekor kambing yang dia beli dari orang itu. Tetapi Abu Jahal tidak memperdulikannya. Dia tengah asyik duduk sambil minum-minuman keras. Setiap kali orang menagihnya, tetapi tidak berdaya sama sekali dan selalu diacuhkan oleh Abu Jahal. Beberapa orang disekitar itu berkata kepada orang tersebut sambil menghina, “siapa yang kamu tagih?”
“Amr bin Hisyam (abu Jahal). Dia mempunyai hutang kepadaku,” Mereka berkata, “Maukah kami tunjukkan orang yang mampu menjalankan hak-hak?” Orang itu berkata ‘Ya.” Mereka lalu menunjukkan Nabi Muhammad SAW.
Pada saat Abu Jahal mengetahui rencana orang tersebut yang meminta pertolongan kepada Nabi Muhammad SAW, Abu Jahal berkata dalam hatinya, “Mudah-mudahan Muhammad datang kepadaku dan membutuhkanku, sehingga aku dapat mempermalukannya.” Orang yang sedang menuntut haknya itu datang kepada Nabi Muhammad SAW seraya berkata, “Wahai Muhammad, aku mendengarkan bahwa hubungan antara dirimu dengan Amr bin Hisyam baik. Aku datang minta bantuan dirimu.” Kemudian beliau pergi bersamanya manghadap Abu Jahal. Beliau berkata,’Bangunlah wahai Abu Jahal. Berikan kepada orang ini haknya.’ Lalu Abu Jahal segera bangun dan memberikan kepada orang haknya. Ketika Abu Jahal kembali ketempat semula, teman-temannya berkata, ‘Kamu mengerjakan itu karena taku kepada Muhammad?’, Abu Jahal berkata, ‘Celaka kalian, maafkan aku. Sesungguhnya ketika dia datang, aku lihat di sebelah kanannya orang-orang yang membawa pisau yang bersinar dan disebelah kirinya ada dua ekor ular yang menampakkan giginya dan dari matanya keluar sinar. Sekiranya aku menolak, maka perutku tidak aman dari tikamannya dan aku akan diterkam ular itu, dan itu lebih berat bagiku daripada memberikan hak.’
Ketika Nabi Muhammad SAW mengajak ketauhid dan menyalahkan kemusyrikan, para tokoh kaum musyrikin marah, lalu Abu Jahal berkata, “Demi Allah mati lebih baik bagi kita daripada hidup. Tidak adakah diantara kalian, wahai kaum Quraisy, seorang yang akan membunuh Muhammad?” Mereka menjawab, ‘Tidak ada.’ “kalau begitu saya yang akan membunuhnya,’ Seandainya keluarga Abdul Muthalib akan menuntut balas, biarlah aku yang terbunuh, kata Abu Jahal. Mereka lalu berkata, “Sesungguhnya jika kamu melakukan itu, maka telah berbuat kebaikan yang akan selalu diingat.”
Kemudian Abu Jahal pergi ke Masjid al-Haram dan melihat Rasulullah SAW berthawaf sebanyak tujuh putaran, kemudian beliau sholat dan sujud sangat lama. Kemudian Abu Jahal mengambil batu dan membawanya ke arah kepala Nabi Muhammad SAW, ketika dia telah mendekatinya, datanglah unta jantan dari arah beliau dengan membuka mulutnya ke arah Abu Jahal. Melihat itu, Abu Jahal ketakutan dan diapun gemetaran, maka batu itu jatuh melukai kakinya, kemudian dia pulang dengan muka yang pucat dan berkeringat. Kawan-kawannya bertanya, ‘Kami tidak pernah melihat kamu seperti sekarang ini.” Abu Jahal berkata, ‘Maafkan aku, aku sungguh melihat unta jantan yang membuka mulutnya dari arah Muhammad, ia hampir menelanku, maka aku lempar batu itu dan mengenai kakiku.”
Orang Yahudi berkata, “Nai Musa AS telah diberi tangan yang keluar darinya cahanya putih. Apakah Muhammad mempunyai hal seperti itu?”
Sayiddina Ali berkata, “Ya itu benar. Nabi Muhammad SAW diberi sesuatu yang lebih dari itu. Sesungguhnya terpancar dari sebelah kanan dan sebelah kirinya cahaya setiap kali beliau duduk. Cahaya itu disaksikan oleh semua orang.”
Orang Yahudi berkata, “Nabi Musa dapat membuat jalan di laut. Apakah Muhammad dapat berbuat semacam itu?”
Sayyidina Ali menjawab, “Itu benar, Nabi Muhammad SAW telah berbuat sama. Ketika kami keluar dalam perang Hunain, kami menghadapi danau yang kami perkirakan sedalam empat belas kaki dari ketinggian badan manusia. Mereka berkata, “Ya Rasulullah, musuh di belakang kita sedangkan danau di depan kita, seperti yang dikatakan kaum Nabi Musa AS, ‘Kita akan terkejar.’ Lalu Rasulullah SAW turun dan berdoa, ‘Ya Allah, sesungguhnya Engkau jadikan untuk setiap utusan sebuah bukti, maka perlihatkanlah kepadaku kekuasaan-Mu.” Kemudian kami mengarungi lautan dengan menunggangi kuda dan unta yang kakinya tidak basah. Lalu kami pulang dengan kemenangan.
Orang Yahudi berkata, “Nabi Musa AS telah diberi batu, kemudian batu itu mengeluarkan dua belas mata air.”
Sayyidina Ali berkata, “Ya itu benar. Ketika Nabi Muhammad SAW turun di Hudaibiyah dan diboikot oleh penduduk Mekah, beliau diberi sesuatu yang lebih hebat dari itu. Pada waktu itu, sahabat-sahabat beliau mengadu kepada beliau. Mereka kehausan sehingga pangkal tulang kuda mereka menonjol. Kemudian beliau mengambil kain Yaman dan meletakkan tangannya di atas kain itu, lalu keluarlah air di sela-sela jari jemari beliau. Kamu merasa kenyang demikian pula kuda-kuda kami, bahkan kami penuhi kantong-kantong air.”
Orang Yahudi berkata, “Nabi Musa AS telah diberi burung dan manisan dari langit (al manna wa salwa’). Apakah Muhammad juga diberi sesuatu sama seperti itu?”
Sayidinna Ali berkata, “Ya itu benar.” Nabi Muhammad SAW diberi sesuatu yang lebih dari itu. Sesungguhnya Allah SWT menghalalkan harta rampasan perang untuk beliau dan umatnya, dan tidak dihalalkan untuk siapa pun sebelumnya. Dan ini lebih utama dari manna dan salwa’. Kemudia lebih dari itu, Allah SWT menganggap niat beliau dan umatnya sebagai amal kebaikan, dan tidak menganggapnya amal kebaikan untuk seseorang sebelum beliau. Oleh karena itu, jika seseorang hendak berbuat kebaikan tapi belum mengerjakannya, maka ditulis untuknya suatu kebaikan, dan jika dia mengerjakannya, maka ditulis sepuluh kebaikan.”
10. Perbandingan Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Dawud AS.
Orang Yahudi berkata : “Lihatlah Nabi Dawud AS, sebab Allah telah memberinya kekuatan untuk melunakkan besi, kemudian dengan kekuatannya dia membuat baju besi.”
Sayyidina Ali berkata, “Ya itu benar.” Nabi Muhamamd SAW telah diberi sesuatu yang lebih dari itu. Allah telah memberiya kekuatan untuk membuat gua dari batu gunung yang keras. Batu Shakhrah di Baitu Maqdis menjadi cekung dengan tangan beliau, dan kami telah melihatnya.”
Orang Yahudi berkata, “Nabi Dawud AS menagis karena kesalahan dan kekhilafannya sehingga gunung bergetar karena takut tangisan darinya.”
Sayyidina Ali berkata, “Iya itu benar.” Nabi Muhammad SAW telah diberi sesuatu yang lebih dari itu. Sesungguhnya beliau jika mendirikan sholat, terdengar dari dadanya suara gemuruh seperti gemuruh bejana yang berisi air panas yang mendidih karena isak tangisnya yang sangat, padahal Allah telah membebaskannya dari siksa-Nya. Beliau berdiri sholat di atas kakinya puluhan tahun sehingga bengkak kedua telapak kakinya dan pucat pasi wajahnya. Beliau sholat sepanjang malam sehingga Allah menegurnya.’
Thaahaa. Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah. (QS Thaahaa, 1-2)
Terkadang beliu menangis sampai pingsan, seorang bertanya kepadanya, “Bukankah Allah telah mengampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang?” Beliau menjawab, “Benar. Namun tidakkah aku pantas menjadi hamba yang banyak bersyukur.”
11. Perbandingan Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Sulaiman AS
Orang Yahudi berkata, “Lihatlah Nabi Sulaiman AS, karena dia telah diberi kerajaan yang tidak layak diberikan kepada siapapun setelahnya.”
Sayyidina Ali berkata : “Ya itu benar.” Nabi Muhammad SAW telah diberi sesuatu yang lebih dari itu. Telah turun kepada satu malaikat yang tidak pernah turun kepada siapapun sebelumnya, yaitu Malaikat Mikail. Malaikat Mikail berkata kepada beliau, ‘Ya Muhammad. Hiduplah kamu menjadi seorang raja yang senang,. Untukmu kunci-kunci khazanah bumi. Tunduk kepadamu gunung dan batu dari emas dan perak. Itu semua tidak mengurangi apa yang tersimpan untukmu di akhirat kelak sedikitpun.” Lalu dia menunjuk Malaikat Jibril AS dan meminta darinya agar bertawadu’. Kamudian Nabi Muhammad SAW berkata : ‘Tidak, tetapi aku ingin hidup sebagai nabi dan hamba. Sehari makan dan dua hari tidak makan. Aku ingin bergabung dengan saudara-saudaraku dari kalangan nabi sebelumku.’ Maka Allah memberinya telaga kautsar dan hak syafaat. Ini lebih besar 70.000 kali lipat dari kerajaan dunia dari permulaan sampai akhir. Dan Allah menjanjikan kedudukan yang terpuji (al maqam al Mahmud). Di hari kiamat nanti Allah akan mendudukannya di atas Arsy. Itu semua lebih mulia dari apa yang telah diberikan kepada Nabi Sulaiman bin Dawud AS.’
Orang Yahudi berkata. “Angin telah diciptakan untuk Nabi Sulaiman AS. Angin itu membawa pergi Sulaiman di negerinya dalam sebuah perjalanan, perginya satu bulan dan pulangnya satu bulan.”
Sayyidina Ali berkata, ‘Ya itu benar.’ Nabi Muhammad SAW telah diberi sesuatu yang lebih dari itu. Dia telah diisra’kan dari Masjid al Haram ke Masjidil al Aqsa, yang biasa ditempuh satu bulan, lalu di bawa naik ke kerajaan langit, yang memerlukan waktu lima puluh ribu tahun, dalam waktu kurang dari sepertiga malam.’
Orang Yahudi berkata, “Telah diciptakan jin-jin untuk taat kepada Nabi Sulaiman AS. Mereka bekerja untuk Sulaiman ketika membuat mihrab dan patung.”
Sayyidina Ali berkata, “Ya itu benar.” Nabi Muhammad SAW telah diberi sesuatu yang lebih dari itu. Jin-jin diciptakan untuk taat kepada Nabi Muhammad AS, tetapi mereka dalam keadaan kafir, sementara jin-jin diciptakan untuk taat kepada Nabi Muhammad SAW dalam keadaan beriman. Telah datang kepada beliau sembilan tokoh jin dari Yaman dan dari Bani Amr bin Amir. Mereka adalah Syashot, Madhot, Hamlakan, Mirzaban, Mazman, Nadhot, Hashib, Hadhib dan Amr. Merekalah yang disebutkan dalam al-Qur’an.’
‘Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya: sekumpulan jin telah mendengarkan (Al Qur’an), lalu mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan. (QS al-Jin : 1).’
‘Mereka berbaiat kepada beliau untuk menjalankan puasa, sholat, zakat, haji dan jihad. Ini lebih hebat dari yang diberikan kepada Nabi Sulaiman AS.”
12. Perbandingan Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Yahya AS
Orang Yahudi berkata, ‘Lihatlah Nabi Yahya bin Zakaria AS karena dia waktu kecil telah diberi hikmah, kebijaksanaan dan pemahaman. DIa menangis tanpa berbuat kesalahan dan dia senantiasa berpuasa terus menerus.”
Sayyidina Ali berkata, “Ya itu benar. Nabi Muhammad SAW telah diberi sesuatu yang lebih dari itu. Nabi Yahya AS hidup pada masa tiada berhala-berhala dan kejahiliahan.”
Sementara Muhammad pada masa kecilnya telah diberi hikmah dan pemahaman di tengah para penyembah berhala dan setan. Beliau sama sekali tidak menyukai berhala, tidak pernah aktif dalam upacara-upacara mereka dan tidak pernah berdusta sama sekali. Beliau seorang yang jujur, terpercaya dan bijaksana. Beliau senantiasa menyambung puasa dalam seminggu, terkadang kurang dan terkadang lebih. Beliau pernah berkata, “Aku tidak seperti kalian. Aku berada di samping Tuhanku. DIa Yang memberiku makan dan minum.” Beliau selalu menangis sehingga air matanya membasahi tempat sholatnya karena takut kepada Allah SWT tanpa kesalahan.
13. Perbandingan Nabi Muhammad SAW dan Nabi Isa AS
Orang Yahudi berkata, “Lihatlah Nabi Isa bin Maryam AS. Mereka meyakini bahwa dia dapat berbicara dalam buaiannya dalam keadaan masih bayi.”
Sayyidina Ali berkata, ‘Yai itu benar. Nabi Muhammad SAW keluar dari perut ibunya sambil meletakkan tangan kirinya di atas tanah dan tangan kanannya diangkat ke atas beliau menggerakkan kedua bibirnya dengan ucapan tauhid. Lalu terpancarlah dari mulutnya cahaya sehingga penduduk Mekah dapat melihat istana-istana Bashrah dan istana-istana merah di negeri Yaman dan sekitarnya. Dunia menjadi terang benderang di malam kelahiran Nabi Muhammad SAW sehingga jin, manusia dan setan ketakutan.
Mereka berkata, ‘Telah terjadi peristiwa besar di muka bumi ini.’ Pada malam kelahiran beliau, para malaikat naik turun dari langit, bertasbih dan memuji Allah.”
Orang Yahudi berkata, ‘Mereka meyakini bahwa Nabi Isa AS telah menyembuhkan orang bisu dan orang yang menderita penyakit belang dengan izin Allah SWT.”
Sayyidina Ali berkata, “Ya itu benar. Nabi Muhammad SAW telah diberi sesuatu yang lebih dari itu. Beliau telah menyembuhkan orang dari penyakitnya. Ketika beliau duduk, beliau bertanya tentang seorang sahabat beliau, lalu para sahabat beliau berkata, “Ya Rasulullah, dia terkena musibah sehingga dia seperti seekor anak burung yang tidak berbulu.” Kemudian beliau mendatanginya, ternyata orang itu benar-benar seperti anak burung yang tidak berbulu karena beratnya musibah. Beliau berkata, “Apakah kamu telah meminta sesuatu dengan doa?”
Dia menjawab, “Ya. Aku pernah berdoa kepada Allah agar segala siksaan yang akan menimpaku di akhirat nanti, disegerakan di dunia ini,”
Kemudian Nabi berkata, “bacalah doa ini, ‘Ya Allah, berilah kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan, dan jagalah kami dari azab neraka.” Maka orang itupun mengucapkannya, lalu dia segera bangun dan sehat.

Juga pernah seseorang datang dari Junainah yang menderita lepra. Dia mengadu kepada beliau. Lalu beliau mengambil mangkuk berasa air dan beliau meludahinya, kemudian beliau berkata, “Basuhlah badanmu dengan air ini!” Orang itu lalu mengerjakannya dan kemudian sembuh seakan-akan tidak terjadi apa-apa.’

Orang Yahudi berkata, “Mereka meyakini bahwa Nabi Isa AS telah menghidupkan orang yang telah mati dengan izin Allah SWT.”
Sayyidina Ali berkata, “Ya itu benar. Sungguh telah bertasbih sembilan kerikil di tangan Nabi Muhammad SAW suaranya sampai terdengar padahal kerikil itu tidak bernyawa. Beberapa orang yang sudah mati berbicara dengannya dan meminta bantuan darinya dari siksaan kematian. Kamu meyakini bahwa Nabi Isa AS berbincang-bincang dengan orang-orang yang sudah mati, Nabi Muhammad SAW mempunyai pengalaman yang lebih mengaggumkan dari itu. Ketika beliau singgah di Thaif sementara kaum Thaif memboikot beliau. Mereka mengirim seekor kambing yang sudah dipanggang dan dicampur racun, lalu kambing itu berbicara, “Wahai Rasulullah, jangan engkau makan aku, karena aku telah diberi racun. Beliau telah diajak bicara oleh kambing yang sudah disembelih dan dibakar. Beliau juga memanggil pohon, lalu pohon itu menghampirinya. Binatang-binatang buas berbicara dengan beliau dan bersaksi atas kenabian beliau. Ini semua lebih besar dari yang diberikan kepada Isa AS.’
Orang Yahudi berkata, ‘Nabi Isa AS telah memberitahu kaumnya tentang apa yang mereka makan dan mereka simpan di rumah-rumah mereka.”
Sayyidina Ali menjawab, “Itu benar. Nabi Muhammad SAW telah berbuat sesuatu yang lebih besar daripada itu. Kalau Nabi Isa AS memberitahu apa yang ada di belakang tembok, maka Nabi Muhammad SAW telah memberitahu tentang perang Mu’tah, padahal beliau tidak menyaksikannya dan beliau menjelaslkan tentangnya dan orang-orang yang syahid di sana padahal jarak antara tempat perang dengan beliau sejauh perjalanan sebulan.”
Akhirnya orang Yahudi tersebut mengucapkan dua kalimah syahadat dan bersaksi bahwa tiada kedudukan dan keutamaan yang Allah berikan kepada Nabi melainkan Dia berikan juga kepada Rasulullah SAW dengan tambahan.
Ibnu Abbas r.a. berkata, “Aku bersaksi, wahai ayah al-hasan, bahwa engkau adalah orang yang sangat dalam pengetahuannya.”
Sayyidina Ali menjawab, “Bagaimana aku tidak mengatakan tentang seorang yang Allah sendiri mengagungkannya dalam al-Qur’an, Sesungguhnya engkau berada di atas akhlak yang agung.”
Wallahu a’lam


Postingan Terbaru :

Tulisan : Prof. Dr. Bj. Habibie.

Tulisan : Prof. Dr. Bj. Habibie._ Ada yang memiliki kecukupan harta dan benda, tapi dia diberi sakit yang parah, . Ada yang memiliki ist...